05/11/2026
×
×
Today's Local
05/11/2026
Tutup x

Perempuan

Kisah Fatima, Perempuan Tunggal dari Balik Kandang

BANGGAI, METROLUWUK – Ada hari-hari ketika hidup tidak memberi banyak pilihan kepada seorang perempuan selain terus berjalan. Meski tubuh mulai menua, kebutuhan hidup tidak pernah benar-benar berhenti. Pagi datang membawa pekerjaan yang harus diselesaikan, sementara hari esok menyimpan pertanyaan yang belum tentu mudah dijawab. Bagi Fatimah, 56 tahun, kehidupan seperti itulah yang harus dijalani. Di Kayowa,

Perempuan Kepala Keluarga di Tengah Stigma Sosial

Pagi belum sepenuhnya terang ketika Siti (bukan nama sebenarnya) sudah memulai aktivitasnya. Di dapur sederhana rumahnya yang berada di Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, ia menyiapkan sarapan untuk dua anaknya sebelum berangkat bekerja. Setelah memastikan anak-anak siap ke sekolah, perempuan berusia 38 tahun itu bergegas menuju tempat kerjanya. Rutinitas seperti itu dijalaninya setiap hari. Tidak ada

Di Antara Senja, Laut, dan Pilihan Hidup

Sore itu matahari belum sepenuhnya turun ketika saya melaju menuju Kelurahan Karaton, Kecamatan Luwuk. Di dalam tas pendingin yang saya bawa, beberapa botol es ubi ungu masih terasa dingin. Pesanan itu harus segera diantar ke kawasan yang oleh warga setempat lebih dikenal dengan sebutan “Tanjung”. Jalan menuju Tanjung selalu menghadirkan pemandangan yang berbeda. Laut membentang