02/05/2026
×
×
Today's Local
02/05/2026
Tutup x

267 Warga Terima PKH, 100 Pelaku Usaha Terima Bantuan di Luwuk


BANGGAI, Metroluwuk – Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti Kantor Pos Luwuk saat penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan sembako triwulan I tahun 2026 dilaksanakan. Ratusan warga tampak antusias, sebagian tak kuasa menahan air mata ketika bantuan yang dinanti akhirnya diterima.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ir. H. Amirudin, S.P., M.M., M.P. yang hadir di tengah masyarakat. Kehadiran Bupati menjadi simbol kuat bahwa pemerintah benar-benar hadir dan peduli terhadap kondisi warganya.

Sebanyak 267 penerima manfaat dari berbagai wilayah di Kabupaten Banggai menerima bantuan PKH dan sembako. Bantuan tersebut menjadi penopang penting bagi kebutuhan dasar masyarakat, terutama di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian warga.

Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Banggai juga menyalurkan bantuan usaha kreatif kepada 100 orang dengan nilai Rp10 juta per penerima. Program ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk bangkit secara ekonomi, bahkan mampu menularkan semangat kemandirian kepada orang lain di sekitarnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Banggai, Nur Djalal, dalam keterangannya menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan.

Ia menjelaskan, bantuan PKH tidak hanya diberikan begitu saja, tetapi melalui proses verifikasi dan pendampingan ketat agar tepat sasaran. Para pendamping PKH juga terus melakukan edukasi kepada keluarga penerima manfaat, mulai dari pentingnya pendidikan anak, kesehatan keluarga, hingga pengelolaan keuangan rumah tangga.

“Setiap penerima tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga didorong untuk berubah. Kami ingin mereka perlahan bisa mandiri, bahkan keluar dari program PKH,” ujar Nur Djalal.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa program bantuan usaha kreatif menjadi salah satu inovasi penting dalam pengentasan kemiskinan. Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai modal usaha, tetapi juga sebagai stimulus agar masyarakat berani memulai dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

“Kami berharap setiap penerima bantuan usaha ini mampu mengedukasi minimal 10 orang lainnya. Artinya, ada efek berantai yang diharapkan mampu mempercepat pengurangan angka kemiskinan di Kabupaten Banggai,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Banggai, Ronal Putje, menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan pemutakhiran data agar program bantuan benar-benar tepat sasaran.

Menurutnya, validasi data menjadi kunci utama dalam memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Selain itu, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kelurahan agar tidak terjadi tumpang tindih penerima bantuan.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap bantuan yang disalurkan benar-benar menyentuh masyarakat yang paling membutuhkan. Oleh karena itu, proses verifikasi dan pemutakhiran data terus kami lakukan secara berkala,” jelas Ronal.

Ia juga menegaskan bahwa tujuan utama dari program ini bukan hanya memberikan bantuan, tetapi mendorong masyarakat agar bisa naik kelas secara ekonomi.

“Harapan kami, penerima bantuan ini tidak selamanya bergantung. Justru mereka bisa berkembang, mandiri, dan pada akhirnya keluar dari daftar penerima bantuan,” tutupnya.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, Dinas Sosial, serta para pendamping di lapangan, upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Banggai diharapkan terus menunjukkan hasil positif dan membawa perubahan nyata bagi kesejahteraan masyarakat.