19/05/2026
×
×
Today's Local
19/05/2026
Tutup x

RAD-PG 2025–2029 Tuntas Disusun, Pemkab Banggai Mantapkan Langkah Percepatan Penurunan Stunting


BANGGAI, Metroluwuk – Rampungkan Dokumen RAD-PG, Pemda Banggai Jamin Ketahanan Pangan dan Gizi  Pemerintah Kabupaten Banggai telah merampungkan dokumen Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG) 2025–2029 sebagai pedoman strategis untuk menjamin ketersediaan pangan daerah, menurunkan prevalensi stunting, serta meningkatkan status gizi masyarakat.

Bupati Banggai, H. Ir. Amirudin, S.P., M.M., AIFO, menyampaikan bahwa penyusunan RAD-PG merupakan langkah penting dalam mengintegrasikan berbagai program lintas sektor seperti pertanian, kesehatan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan ekonomi lokal.

“Melalui dokumen ini, kita tidak hanya bertanggung jawab dalam menyediakan pangan, tetapi juga memastikannya terjangkau, bergizi, dan aman untuk masyarakat,” ujar Bupati Amirudin saat membuka Seminar Akhir Penyusunan RAD-PG Banggai 2025–2029, Senin (8/12/2025), di Kantor Bappeda Banggai, Luwuk Selatan.

RAD-PG Banggai dirancang selaras dengan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta program unggulan Pemerintah Kabupaten Banggai, yaitu Gerbang Pangan. Dokumen tersebut diharapkan menjadi panduan kerja kolaboratif lintas sektor untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, berdaya, dan mandiri dalam pemenuhan kebutuhan pangan.

Bupati Amirudin menegaskan pentingnya komitmen seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan dalam mengimplementasikan RAD-PG.

“Setiap kontribusi sekecil apa pun sangat berarti dalam upaya kita menjamin masa depan pangan dan gizi yang lebih baik bagi masyarakat,” tegasnya.

Penyusunan dokumen RAD-PG Banggai telah dimulai sejak awal Oktober 2025 dengan melibatkan kerja sama antara Pemda Banggai dan Perhimpunan Pakar Gizi (Pergizi) dan Pangan Provinsi Sulawesi Tengah.

Ketua Tim Penyusunan RAD-PG Banggai 2025–2029, Dr. Ir. Sugiarto, S.Pt., M.P., IPM, berharap agar ke depan Kabupaten Banggai dapat mengembangkan satu produk pangan lokal unggulan yang dapat dikonsumsi oleh anak-anak pada masa pertumbuhan maupun ibu hamil serta mudah dijangkau khususnya di wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.

BACA  Rakor Bunda PAUD Kabupaten Banggai 2025, Langkah Nyata Menuju Gerbang Cerdas

“Jadi, nanti Banggai punya pangan lokal yang bisa dikonsumsi oleh anak-anak di masa pertumbuhan, ibu-ibu hamil, dan yang terpenting mudah dijangkau, terutama di daerah yang angka stuntingnya masih tinggi,” ujar Sugiarto.

Seminar akhir penyusunan RAD-PG Banggai turut dihadiri oleh Kepala Loka Pengawasan Obat dan Makanan Kabupaten Banggai, Emil Syachrul, beserta sejumlah pimpinan perangkat daerah.