09/05/2026
×
×
Today's Local
09/05/2026
Tutup x

OJK Sulteng : Kredit Macet di Perbankan Sulawesi Tengah bisa Terkendali


BANGGAI, Metroluwuk – Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah, Andri Arsasi, mengungkapkan bahwa tingkat Performing Loan (NPL) atau kredit macet di seluruh Sulteng hingga saat ini masih terkendali.

Menurut Andri, total NPL di Sulteng saat ini sebesar 1,92 persen. Angka ini terdiri dari 1,91 persen untuk Bank Umum dan 3,97 persen untuk Bank Perekonomian Rakyat (BPR).

“Andri menjelaskan, “Pada periode Agustus 2023, meskipun beberapa indikator menunjukkan penurunan dibandingkan periode Juli 2023, secara year-on-year seluruh indikator masih menunjukkan pertumbuhan positif, dengan kualitas Non Performing Loan yang tetap terjaga di angka 1,92 persen.”

Andri menyebutkan bahwa total kredit yang disalurkan oleh perbankan di Sulteng mencapai sekitar Rp 44,04 triliun, dengan mayoritasnya disalurkan oleh Bank Umum sebesar Rp 45,75 triliun, sementara sisanya oleh BPR sebesar Rp 0,29 triliun.

Lebih lanjut, Loan to Deposit Ratio (LDR) menunjukkan tingkat yang sehat, mencapai 146,23 persen secara keseluruhan. Bank Umum memiliki LDR sebesar 146,66 persen, sementara BPR memiliki LDR sebesar 68,34 persen.

Peran sektor perbankan juga terlihat dalam mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sulteng. Total kredit yang disalurkan ke sektor ini mencapai Rp 15,03 triliun pada Agustus 2023, dengan peningkatan sebesar 13,43 persen year-on-year.

Andri menekankan bahwa kualitas NPL di sektor UMKM juga masih terjaga dengan baik, berada di bawah ambang batas 5 persen, yaitu 3,32 persen.

Selain itu, jumlah investor di pasar modal di Sulawesi Tengah juga terus mengalami peningkatan. Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) di Sulteng bergerak cukup signifikan, dengan total mencapai Rp 31,46 triliun, di mana Bank Umum berkontribusi sebesar Rp 31,19 triliun, dan sisanya oleh BPR sebesar Rp 0,27 triliun.

BACA  Dipergoki di Penginapan, Kasus Perzinahan di Bunta Berujung Damai