Program JKN Bantu Desi Tangani Pengobatan Jantung Sang Anak

Share This Article
BANGGAI, Metroluwuk – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia telah menjadi landasan utama dalam penyediaan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dibentuk pada tahun 2014, Program JKN telah membawa dampak positif yang signifikan dalam meningkatkan aksesibilitas, kualitas, dan kesetaraan dalam layanan kesehatan di seluruh negeri. Salah Satu yang telah merasakan manfaat luar biasa dari Program JKN ini adalah Desi Reina Astrid, Desa Boyou, Kecamatan Luwuk Utara, Kabupaten Banggai.
Desi begitu sapaannya mengaku sudah sering menggunakan kepesertaan Program JKN untuk pengobatan dirinya sendiri maupun keluarganya. Namun yang paling berkesan baginya adalah ketika sang anak menjalani pengobatan untuk kelainan jantung yang dialami sang anak.
“Yang berkesan yang terakhir saya rasakan terakhir saya bawa anak saya untuk melakukan pemeriksaan karena anak saya menderita kelainan jantung bawaan dari lahir waktu itu saya oprasi pertama dia masih pake umum namun setelah 2014 sudah masuk menjadi tanggungan BPJS Kesehatan,” ungkapnya.
Penyakit yang dialami sang anak membuat Desi harus rutin melakukan kontrol kesehatan jantung sang anak, desi mengaku bersyukur karena dengan program JKN hatinya merasa lebih tenang karena telah dijamin oleh Program JKN.
“setelah operasi, saya harus rutin kontrol anak saya, tapi beberapa waktu ini dia sering drop. Waktu itu terakhir 2021 Desember sampai 2023, dia drop dan saya bawa ke RSUD Luwuk. Pelayanannya bagus juga itu pake kelas dua. Waktu terakhir anak saya drop, saya bawa ke Klinik Nur Medika. DI sana mereka menyarankan untuk dirujuk saja,” cerita Desi.
Setelah mengetahui sang anak harus dirujuk, dirinya akhirnya menanyakan bagaimana proses agar sang anak bisa dirujuk. Setelah sang dokter menjelaskan prosesnya, akhirnya Desi langsung mengurus surat rujukan tersebut agar sang anak bisa ditangani dengan maksimal.
“Prosesnya sebenarnya cepat bagus tidak ada masalah, saya juga merasa terbantu sekali dengan adanya Program JKN ini, apalagi untuk anak saya. Saya pikir kalau untuk jantung kalau saya tidak pakai Program JKN pasti biayanya lebih mahal,” terangnya.
Peningkatan mutu layanan semakin baik dirasakaan oleh Desi, termasuk kemudahan layanan antrean online yang dianggapnya menjadi salah satu model pelayanan terbaik di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
“Sampai di sana setelah diperiksa rujukan dan ketemu dokter jantung, anak saya langusng ditangani. Saat ini, menurut saya pelayananya sangat bagus, antreannya tidak seperti dulu. Kalau dulu itu bisa sampai subuh, tapi kalau sekarang sudah cepat dan semuanya serba online jadi lebih gampang,” ungkapnya.
Setelah sang anak menjaani perawatan selama 28 hari, dirinya mengatakan seluruh pembiayaan dijamin oleh Program JKN, dimulai dari biaya perawatan hingga obat-obatan pun dijamin penuh oleh Prpgram JKN. Ia mengaku tidak ada biaya yang ia keluarkan untuk penyembuhan sang anak.
“Sampai sekarang anak saya masih di sini. Saya kemarin terakhir balik ke sini tanggal 28 juli, nah ini nanti ada pantauan juga dari dokter disana sambil kita kasih liat perkembangan setelah minum obat ini tetap akan minum obat terus sampai balik lagi,” tambah Desi.
Menurutnya, Program JKN telah sangat membantu dan memudahkan anaknya untuk mendapatkan pengobatan hingga kondisinya semakin membaik. Untuk itu, Desi pun sangat mengharapkan keberlanjutan dari Program JKN sehingga manfaat dari program yang diselenggarakan BPJS Kesehatan dapat terus dirasakan oleh masyarakat luas.

