Diduga Bagi-Bagi Jatah Solar, Manajer APMS Masama Disorot: 8 Ton Masuk, Petani Hanya Dapat 1 Ton

Share This Article
MASAMA, Metroluwuk – Praktik distribusi solar subsidi di APMS Masama, Desa Cemerlang, Kecamatan Masama, Kabupaten Banggai, kembali menuai sorotan. Warga menduga kuat manajer APMS setempat melakukan pembagian jatah yang tidak transparan dan tidak adil.
Setiap kali solar masuk sebanyak 8 ton, hanya sekitar 1 ton yang disebut-sebut diberikan kepada petani. Sisanya? Hingga kini tak jelas mengalir ke mana.
“Kami tahu 8 ton solar masuk, tapi hanya 1 ton yang dibagi ke petani. Selebihnya siapa yang ambil, kami tidak tahu. Tapi yang pasti bukan kami,” ujar Suban petani setempat, Kamis (5/6).
Petani Kecewa, Tangki siluman Didahulukan
Suban mengaku, sering dipinggirkan dalam antrean pengisian BBM, sementara sejumlah tangki besar dan kendaraan yang diduga ‘tidak berhak’ justru leluasa masuk dan diisi lebih dulu.
Kata petani, manajer APMS Hj. Norma disebut sebagai pihak yang mengatur jatah dan diduga memprioritaskan kelompok tertentu.
“Kalau kami tanya, katanya jatah sudah habis. Tapi anehnya, tangki-tangki besar terus keluar masuk. Jelas-jelas ada permainan,” kata warga lainnya.
APH Diminta Bertindak
Situasi ini telah membuat petani frustrasi. Mereka meminta aparat penegak hukum (APH), termasuk pihak kepolisian dan instansi pengawas distribusi BBM, untuk turun langsung memeriksa aliran distribusi solar subsidi di Masama.
“Kami minta APH jangan tutup mata. Ini bukan soal kecil. Ini menyangkut hajat hidup petani dan masyarakat kecil,” tegas warga.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak manajemen APMS maupun pihak berwenang.
Namun, tekanan publik agar segera dilakukan investigasi makin menguat, seiring banyaknya laporan dan dugaan penyimpangan dalam distribusi BBM subsidi di daerah tersebut.

