PT PAU Perkuat Pendidikan Karakter Anak Usia Dini di Banggai

Share This Article
BANGGAI– PT Panca Amara Utama (PAU) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini di Kabupaten Banggai melalui program Pendidikan Holistik Berbasis Karakter (PHBK).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Refresher Training Pelatihan Guru PAUD Program PHBK yang digelar di Ruang Gym Hall PT Panca Amara Utama, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan tersebut dibuka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai, Syafrudin Hinelo, S.STP., M.Si., dan diikuti 50 tenaga pendidik dari 10 sekolah PAUD dan TK binaan PAU.
Turut hadir 12 perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai serta tim Bunda PAUD Kabupaten Banggai.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan karakter bagi anak usia dini, khususnya di wilayah sekitar operasional perusahaan.
Dalam pelaksanaannya, PAU bekerja sama dengan Indonesia Heritage Foundation (IHF), organisasi nirlaba yang didirikan Dr. Ratna Megawangi dan Dr. Sofyan A. Djalil.
Rangkaian program berlangsung selama enam hari, 24 hingga 29 September 2026, dengan kegiatan berupa refresher training guru, monitoring sekolah, serta sesi parenting yang dilaksanakan di Kecamatan Batui, Kintom, dan Nambo.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai, Syafrudin Hinelo, menyampaikan apresiasi kepada PAU yang kembali melaksanakan pelatihan dan monitoring pendidikan anak usia dini.
“Atas nama pimpinan daerah, kami berterima kasih kepada PT Panca Amara Utama yang kembali menggelar kegiatan pelatihan dan monitoring pendidikan anak usia dini,” ujar Syafrudin.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah positif dalam mendukung pembentukan karakter anak usia dini sekaligus mendorong pengembangan potensi anak-anak Banggai.
Ia mengatakan, masa usia emas merupakan periode yang sensitif dalam pertumbuhan dan perkembangan karakter anak. Karena itu, pendidikan karakter perlu diberikan sejak usia dini melalui proses pembelajaran yang tepat.
“Usia emas anak Banggai merupakan usia sensitif bagi pertumbuhan karakter anak serta dapat memengaruhi kecerdasannya,” katanya.
Sementara itu, External Relations Lead PT Panca Amara Utama, Novari Mursita, berharap program pendidikan karakter yang dijalankan di sekolah-sekolah binaan PAU dapat memberikan dampak nyata bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.
Ia berharap sekolah-sekolah yang telah mendapatkan pendampingan dapat menjadi contoh bagi sekolah lain yang belum memperoleh program serupa.
“Semoga dengan program ini, sekolah-sekolah yang ada di wilayah ini dapat menjadi contoh untuk sekolah-sekolah lainnya yang belum mendapatkan program ini,” kata Novari.
Menurutnya, refresher training menjadi bagian penting untuk memperkuat kembali pengetahuan dan kemampuan guru dalam menerapkan pendidikan karakter kepada peserta didik.
Melalui pelatihan tersebut, para tenaga pendidik diharapkan tidak hanya memahami konsep PHBK, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.
Novari menegaskan, PAU juga akan terus melakukan monitoring terhadap sekolah-sekolah yang menjalankan program tersebut.
“Kami hadir di sini bukan hanya satu atau dua tahun. PAU mempunyai waktu yang cukup panjang untuk menjadikan generasi-generasi penerus Indonesia emas,” jelasnya.
Materi Penguatan Guru
Dalam refresher training, para tenaga pendidik mendapatkan sejumlah materi yang berkaitan langsung dengan penerapan PHBK di lingkungan sekolah.
Materi tersebut antara lain penerapan kegiatan inti yang sesuai dengan PHBK, penilaian dan evaluasi perkembangan karakter, nilai agama dan moral, jati diri, serta literasi STEAM.
Selain itu, guru mendapatkan materi mengenai manajemen kelas dan disiplin positif dalam PHBK, penerapan komunikasi efektif, serta pilar terintegrasi dalam pendidikan holistik berbasis karakter.
Materi tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan karakter dan potensi anak secara menyeluruh.
Menjangkau Tiga Kecamatan
Program pendidikan karakter PAU bersama IHF dilaksanakan di tiga kecamatan yang berada di wilayah tapak proyek perusahaan, yakni Batui, Kintom, dan Nambo.
Di Kecamatan Batui, sekolah yang menjadi bagian dari program meliputi TK Al-Khairaat Tolando, TK Negeri TP-PKK Sisipan, TK Pertiwi Balantang, dan TK Cinta Kasih Ibu.
Di Kecamatan Kintom, program dilaksanakan di TK ABA Tangkian, TK PGRI Mendono, dan TK Talang Batu.
Sedangkan di Kecamatan Nambo, program PAUD dan TK Berkarakter dilaksanakan di TK Mutiara Nambo, TK Srikandi Lontio, dan TK Flamboyan Nambo Lempek.
Sebelumnya, PAU juga telah melaksanakan monitoring yang dirangkaikan dengan sosialisasi di masing-masing sekolah PAUD dan TK binaan perusahaan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian enam hari pelaksanaan program, mulai 24 hingga 29 September 2026.
Melalui rangkaian pelatihan, monitoring, dan parenting, PAU bersama IHF mendorong penguatan pendidikan holistik berbasis karakter bagi anak usia dini sekaligus meningkatkan kapasitas tenaga pendidik dalam menerapkan pendidikan karakter di lingkungan sekolah.

