24/10/2026
×
×
Today's Local
24/10/2026
Tutup x

Inovasi Mikroalga dari Banggai, Pertamina Zona 13 Raih Penghargaan Subroto 2026


JAKARTA, Metroluwuk – Inovasi penangkapan karbon berbasis mikroalga yang dikembangkan di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, mengantarkan Pertamina Zona 13 meraih Penghargaan Subroto 2026 kategori Inisiatif Dekarbonisasi Terbaik.

Penghargaan tersebut diberikan melalui inovasi Algae Carbon Capture Utilization (ACCU) yang dikembangkan di fasilitas operasi PT Pertamina EP Donggi Matindok Field. General Manager Zona 13 PT Pertamina EP Cepu, Ir. Andry Sehang, menerima penghargaan itu pada malam penganugerahan di Ballroom The Westin Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Capaian tersebut menempatkan inovasi dari wilayah operasi hulu migas di Banggai dalam upaya pengurangan emisi karbon di sektor energi nasional.

ACCU memanfaatkan mikroalga untuk menyerap karbon dioksida (CO₂) melalui proses fotosintesis. Selain membantu mengurangi emisi, proses ini menghasilkan biomassa yang berpotensi dimanfaatkan lebih lanjut.

Pendekatan tersebut mengandalkan proses biologis untuk mendukung upaya dekarbonisasi di lingkungan operasi hulu minyak dan gas bumi.

General Manager Zona 13 PT Pertamina EP Cepu, Andry Sehang, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama para pekerja yang mengembangkan inovasi di lapangan.

“ACCU lahir dari semangat tim di lapangan yang percaya bahwa operasi energi dapat berjalan selaras dengan alam. Dari mikroalga yang kecil, kami ingin memberi kontribusi besar bagi upaya Indonesia menurunkan emisi dan menuju Net Zero Emission,” ujar Andry dalam keterangan perusahaan.

Menurut dia, penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk melanjutkan pengembangan ACCU dan inisiatif pengurangan emisi lainnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pekerja Pertamina EP Donggi Matindok Field, SKK Migas, pemerintah daerah, mitra, serta masyarakat Banggai yang turut mendukung kegiatan perusahaan di wilayah operasi.

“Kami berkomitmen terus mengembangkan ACCU dan inisiatif dekarbonisasi lainnya agar ketahanan energi nasional dapat berjalan seiring dengan keberlanjutan lingkungan,” katanya.

Penghargaan Subroto merupakan apresiasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kepada pemangku kepentingan yang dinilai berkontribusi terhadap kemajuan sektor energi dan sumber daya mineral Indonesia. Nama penghargaan tersebut diambil dari Prof. Subroto, yang menjabat Menteri Pertambangan dan Energi pada 1978–1988.

Pada penyelenggaraan 2026, penilaian penghargaan mencakup berbagai aspek sektor energi dan sumber daya mineral, antara lain kinerja operasional, keberlanjutan, inovasi, tata kelola, dan partisipasi publik di bidang energi.

Bagi Pertamina Zona 13, penghargaan melalui ACCU menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung target Net Zero Emission Indonesia. Namun, kontribusi inovasi ini terhadap pengurangan emisi secara keseluruhan perlu dilihat melalui data terukur, termasuk jumlah karbon yang diserap, kapasitas penerapan teknologi, dan dampaknya terhadap emisi operasional.

Pertamina Zona 13 merupakan bagian dari Regional 4 – Indonesia Timur, Subholding Upstream Pertamina, yang mengelola kegiatan hulu migas di wilayah Sulawesi Tengah. Wilayah operasinya antara lain mencakup PT Pertamina EP Donggi Matindok Field dan JOB Pertamina–Medco E&P Tomori Sulawesi.

Pengembangan ACCU di Banggai menunjukkan salah satu pendekatan yang ditempuh perusahaan dalam menghubungkan kegiatan produksi energi dengan inovasi pengurangan emisi. Tantangan berikutnya adalah memastikan teknologi tersebut dapat terus dikembangkan dengan hasil yang terukur dan memberikan kontribusi nyata bagi upaya dekarbonisasi.