PT ABM Fokus Jalankan Program Pemberdayaan Masyarakat di Ring 1

Share This Article
BANGGAI – PT Anugerah Bangun Makmur (ABM) menegaskan komitmennya terhadap keterbukaan informasi terkait perizinan perusahaan serta pemberdayaan masyarakat di wilayah sekitar operasional tambang.
Hal tersebut disampaikan Staf External Relation PT ABM, Muhammad Putra D. Rasyida, saat menerima kunjungan sejumlah wartawan di area perusahaan, Minggu (21/6/2026).
Menurut Putra, PT ABM terbuka terhadap berbagai pertanyaan yang berkembang di masyarakat, termasuk mengenai legalitas operasional perusahaan.
“Pada intinya, PT ABM sangat terbuka terkait perizinan. Semua proses yang menjadi kewajiban perusahaan telah kami penuhi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Putra.
Ia menjelaskan, dokumen dan proses perizinan perusahaan dapat dikonfirmasi langsung kepada instansi terkait, seperti Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Tengah.
“Teman-teman wartawan dapat melakukan verifikasi langsung ke instansi yang berwenang. Proses pemenuhan perizinan memang membutuhkan waktu dan seluruh tahapan telah kami jalani,” katanya.
Terkait isu perubahan nama perusahaan yang sempat menjadi perhatian publik, Putra menyatakan hal tersebut merupakan kewenangan manajemen di tingkat direksi sehingga dirinya tidak dapat memberikan penjelasan lebih lanjut.
Selain itu, ia juga mempersilakan pihak-pihak yang membutuhkan informasi untuk melakukan pengecekan terkait dokumen lingkungan maupun kehutanan kepada instansi yang berwenang.
Dalam kesempatan tersebut, Putra juga memaparkan sejumlah program pemberdayaan masyarakat yang telah dijalankan perusahaan melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM).
Menurutnya, program tersebut difokuskan pada wilayah prioritas yang dibagi dalam Ring 1, Ring 2, dan Ring 3. Untuk saat ini, perhatian utama perusahaan diarahkan ke wilayah Ring 1 yang mencakup Desa Siuna dan Desa Toiba.
Salah satu program yang telah direalisasikan adalah penyerahan bantuan ambulans untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah sekitar operasional perusahaan.
“Tahun lalu kami telah menyerahkan bantuan ambulans untuk masyarakat Ring 1. Ke depan kami terus menyusun program-program prioritas yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” jelasnya.
Meski demikian, perusahaan tetap membuka peluang bantuan bagi wilayah Ring 2 dan Ring 3 sesuai kebutuhan serta usulan yang diajukan masyarakat.
Putra menambahkan, PT ABM juga terus mendorong penyerapan tenaga kerja lokal. Proses perekrutan dilakukan secara terbuka melalui penyebaran informasi lowongan kerja ke desa-desa, pemerintah kecamatan, serta dilaporkan kepada Dinas Tenaga Kerja.
“Tenaga kerja lokal tetap menjadi prioritas utama, baik yang memiliki keterampilan khusus maupun tenaga kerja non-skill,” tegasnya.
Ia berharap keberadaan PT ABM dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi perkembangan investasi daerah, tetapi juga bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

