Saat Kota Terlelap, Ia Masih Menjaga Harapan
Catatan Pinggiran

Share This Article
Jarum jam menunjukkan pukul 02.30 dini hari. Angin dari Teluk Lalong berhembus pelan, sementara suasana kota mulai lengang. Satu per satu kendaraan yang melintas semakin jarang terlihat. Namun di bawah sebuah tenda merah, seorang perempuan masih setia berdiri.
Di atas meja berwarna cokelat, tersisa beberapa gelas minuman, kue tradisional, dan aneka jajanan yang sejak sore tadi ia jual. Sesekali ia merapikan barang dagangannya sambil menunggu pelanggan terakhir malam itu.
Waktu hampir menunjukkan pukul 03.00 WITA. Itu pertanda dirinya akan segera menutup warung sederhana yang setiap hari menjadi sumber tambahan penghasilan keluarganya.
Banyak orang mungkin hanya melihat tenda merah itu ketika ramai dikunjungi pembeli. Namun sedikit yang tahu bahwa di baliknya ada perjuangan panjang. Sejak sore hingga dini hari, ia bertahan melayani pelanggan dengan senyum yang tak pernah hilang, meski rasa lelah sering kali datang menghampiri.
Ada kalanya ia mendengar bisik-bisik orang. Ada yang meragukan, ada pula yang iri melihat dagangannya ramai. Padahal, ia hanya berusaha mencari rezeki dengan cara yang halal. Tidak lebih.
Malam itu, seperti malam-malam sebelumnya, ia mulai membereskan gelas, melipat kursi, dan menghitung hasil penjualan. Tidak selalu banyak. Bahkan ada hari-hari ketika keuntungan yang dibawa pulang jauh dari harapan. Namun itu tidak membuatnya menyerah.
Baginya, setiap pelanggan yang datang adalah berkah. Setiap rupiah yang diperoleh adalah hasil dari kerja keras yang dimulai sejak menyiapkan bahan dagangan hingga menutup warung menjelang subuh.
Saat lampu-lampu di sekitar mulai dipadamkan dan jalanan semakin sepi, perempuan itu akhirnya menutup usahanya malam itu. Ia pulang dengan tubuh yang lelah, tetapi dengan hati yang tetap penuh harapan.
Sebab ia percaya, selama masih ada kemauan untuk berusaha, selalu ada jalan untuk memperjuangkan mimpi. Dan di bawah tenda merah sederhana itu, perjuangan tersebut terus ditulis setiap malam, hingga menjelang pukul tiga dini hari.

