Banggai Diterpa Kekeringan, Mentan Siapkan 250 Pompa Air dan Bantuan Benih

Share This Article
Metroluwuk, Jakarta — Ancaman kekeringan lahan pertanian akibat cuaca ekstrem El Nino Godzilla mendorong Pemerintah Kabupaten Banggai mengambil langkah cepat untuk melindungi sektor pertanian dan mencegah risiko gagal panen.
Bupati Banggai H. Amirudin menyampaikan langsung kondisi tersebut dalam audiensi khusus bersama Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP, di Ruang Rapat Menteri, Gedung A Kementerian Pertanian RI, Jakarta.
Audiensi tersebut digelar sebagai tindak lanjut atas surat permohonan audiensi yang diajukan Bupati Banggai kepada Kementerian Pertanian.
Pertemuan dipimpin langsung Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan dihadiri sejumlah pejabat Eselon I Kementerian Pertanian RI serta kepala daerah.
Dalam kesempatan itu, Bupati Amirudin didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Banggai, Drs. Subhan Lanusi, MP.
Bupati memaparkan sejumlah kebutuhan strategis untuk memperkuat perlindungan sektor pertanian Banggai.
Ada empat poin utama yang disampaikan. Pertama, penguatan program Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) berkaitan dengan dampak pelaksanaan proyek gas Senoro Selatan.
Kedua, penanganan kondisi darurat akibat El Nino Godzilla yang berdampak terhadap ketersediaan air dan lahan pertanian di Kabupaten Banggai.
Ketiga, peningkatan produksi sekaligus ketahanan pangan melalui peremajaan tanaman kelapa dalam dan kakao.
Keempat, optimalisasi lahan pangan melalui dukungan benih jagung dan padi berkualitas unggul.
Respons Kementerian Pertanian terhadap usulan tersebut terbilang cepat. Sejumlah bantuan disiapkan untuk mendukung petani Banggai, terutama dalam menghadapi ancaman kekeringan dan menjaga produktivitas pertanian.
Bantuan tersebut meliputi 250 unit pompa air, irigasi perpompaan untuk 30 kelompok tani, serta jaringan irigasi tersier bagi 47 kelompok tani.
Dukungan juga diberikan untuk pengembangan komoditas perkebunan dan tanaman pangan.
Kementerian Pertanian menyiapkan bibit kelapa dalam untuk lahan seluas 5.000 hektare, bibit kakao untuk 3.000 hektare, benih jagung untuk 2.724 hektare, serta bantuan benih padi unggul (PMAAS) untuk lahan seluas 3.543 hektare.
Tidak hanya memberikan bantuan, Menteri Pertanian juga menginstruksikan Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian RI untuk segera turun ke Kabupaten Banggai.
Tim tersebut akan melakukan identifikasi dan verifikasi terhadap titik-titik lahan yang terdampak kekeringan.
Peninjauan lapangan ditargetkan berlangsung paling lambat pada minggu pertama September 2026. Hasil identifikasi tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan peralatan tambahan secara lebih tepat sesuai kondisi di lapangan.
Bupati Banggai H. Amirudin menyampaikan apresiasi atas perhatian dan respons Kementerian Pertanian terhadap kebutuhan sektor pertanian di daerahnya.
Menurutnya, dukungan pemerintah pusat menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus melindungi petani Banggai dari dampak perubahan cuaca ekstrem.
Pada kesempatan tersebut, Amirudin juga berharap Menteri Pertanian dapat hadir langsung di Kabupaten Banggai untuk meresmikan sekaligus melakukan penanaman perdana program LP2B.
Kehadiran Menteri Pertanian diharapkan semakin memperkuat komitmen bersama dalam menjadikan Kabupaten Banggai sebagai salah satu daerah penyangga pangan yang tangguh dan berkelanjutan.

