Karangan Bunga ‘Pelakor’ Geger di Palu, Jejak AKP Eks Polresta Banggai Disorot

Share This Article
PALU — Sebuah karangan bunga dengan pesan yang menusuk tiba-tiba terpampang di depan kantor Bank Sulteng, Jalan Sultan Hasanuddin, Kota Palu, Jumat (4/9/2026).
Bukan ucapan selamat. Bukan pula belasungkawa biasa. Karangan bunga itu justru membawa pesan:
“Turut Berduka Cita Atas Hilangnya Harga Diri Pelakor.”
Di bagian bawahnya tercantum kalimat yang tak kalah mencolok:
“Dari Istri Sah.”
Foto karangan bunga tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan sontak memantik rasa penasaran publik. Siapa yang dimaksud? Dan persoalan apa yang sebenarnya berada di balik pesan tersebut?
Informasi yang beredar kemudian mengaitkan karangan bunga itu dengan dr. Putri Mulia Bela Grania Hasibuan, Sp.DVE, seorang dokter spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika.
Aksi tersebut disebut-sebut berkaitan dengan persoalan rumah tangga dan dugaan hubungan khusus yang melibatkan suaminya, seorang perwira polisi yang bertugas di lingkungan Polda Sulawesi Tengah.
Namun, dugaan tersebut hingga kini belum dapat dipastikan sebagai fakta.
Jejak Perwira di Banggai
Di tengah isu yang semakin ramai, sosok perwira yang disebut dalam informasi tersebut juga dikaitkan dengan wilayah Banggai.
Berdasarkan data yang diperoleh, yang bersangkutan pernah bertugas di Polres Banggai.
Ia tercatat mulai menjabat pada 28 Februari 2023 dan mengakhiri masa tugasnya pada 22 Desember 2025.
Setelah meninggalkan Polres Banggai, yang bersangkutan kemudian pindah tugas ke Polda Sulawesi Tengah dengan pangkat AKP.
Jejak penugasan tersebut kembali menjadi perhatian setelah sosoknya disebut-sebut dalam informasi yang beredar mengenai karangan bunga di Palu.
Propam Polda Sulteng Turun Tangan
Persoalan ini tidak berhenti di media sosial.
Polda Sulawesi Tengah telah melakukan pendalaman terhadap informasi yang beredar. Bidang Profesi dan Pengamanan atau Propam Polda Sulteng disebut telah melakukan pemeriksaan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol Achmad Muhaimin mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan.
“Masih dalam proses pendalaman dan pemeriksaan,” ujar Achmad Muhaimin.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan apakah informasi yang beredar benar adanya dan apakah terdapat keterlibatan personel Polri dalam persoalan tersebut.
Sosok Dokter yang Ikut Disorot
Sementara itu, dr. Putri diketahui merupakan dokter spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika (Sp.DVE), lulusan Universitas Brawijaya.
Ia diketahui aktif menjalankan praktik kedokteran dan mendirikan Klinik Epiderm di Surabaya.
Dr. Putri juga disebut merupakan putri dari Brigjen Pol (Purn) Hoiruddin Hasibuan, mantan perwira tinggi Polri yang kini menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Dalam Negeri bidang Pemerintahan Desa dan Pembangunan Perbatasan.
Latar belakang tersebut membuat isu yang berkembang semakin mendapat perhatian publik.
Meski demikian, seluruh informasi mengenai dugaan hubungan pribadi maupun dugaan pelanggaran etik masih menunggu hasil pemeriksaan resmi.
Kini pertanyaan publik mengarah pada satu titik: apa sebenarnya yang terjadi di balik karangan bunga “Dari Istri Sah” tersebut?
Apakah benar terdapat persoalan yang melibatkan seorang perwira polisi?
Dan apakah persoalan tersebut berujung pada pelanggaran kode etik?
Propam Polda Sulteng masih mendalami semuanya. Publik tinggal menunggu apa yang akan terungkap dari pemeriksaan tersebut.

