Bansos Sementara, Berdaya Selamanya: Dinsos Banggai Gelar Sosialisasi UEP dan DTSEN di Desa Bunga

Share This Article
BANGGAI, Metroluwuk – Dinas Sosial Kabupaten Banggai melaksanakan sosialisasi Program Bantuan Pemberdayaan Masyarakat Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Aula Balai Desa Bunga, Rabu (10/9/2025).
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Desa Bunga dan dihadiri aparat desa, tokoh masyarakat, RT/RW, serta para pelaku usaha setempat. Sosialisasi menghadirkan Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Banggai, Ronal Rizal Putje, S.IP., MM sebagai pemateri utama.
Masyarakat Desa Bunga menyambut baik kegiatan ini karena mendapat informasi langsung terkait perubahan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menjadi DTSEN sesuai instruksi Presiden, serta pemahaman mengenai program pemberdayaan masyarakat yang dikelola Dinas Sosial.
Dalam pemaparannya, Ronal menjelaskan tahapan agar masyarakat dapat mengakses program pemberdayaan, mulai dari kriteria penerima, proses pengusulan proposal, verifikasi dan validasi lapangan, hingga pencairan dan pemanfaatan bantuan.
“Program pemberdayaan ini merupakan instruksi Kementerian Sosial agar penerima bantuan sosial, khususnya PKH, bisa di-graduasikan. Artinya, mereka tidak selamanya bergantung pada bansos, tetapi diberdayakan agar mandiri,” jelas Ronal.
Semangat tersebut sejalan dengan arahan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang menegaskan bahwa bantuan sosial bersifat sementara, namun harus memberi dampak jangka panjang bagi penerimanya.
Bansos sementara, berdaya selamanya. Bantuan sosial adalah langkah penyelamatan awal. Tujuannya mendorong kemandirian, sehingga penerima harus didorong untuk naik kelas menjadi warga yang produktif dan mandiri.
Melalui program seperti UEP, pelatihan keterampilan, hingga dukungan permodalan, Kementerian Sosial berharap masyarakat penerima bantuan dapat menjadikan kesempatan ini sebagai pijakan menuju masa depan yang berdaya.
Kegiatan di Desa Bunga ini diharapkan menjadi salah satu titik awal penguatan pemahaman masyarakat terkait pentingnya pengelolaan data sosial yang akurat serta optimalisasi program pemberdayaan ekonomi produktif, agar bansos benar-benar berfungsi sebagai jembatan menuju kemandirian.

