13/01/2026
×
×
Today's Local
13/01/2026
Tutup x

PUPR Banggai: Penyusunan RISPAL Jadi Fondasi Sanitasi Modern dan Lingkungan Sehat


LUWUK – Pemerintah Kabupaten Banggai melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus memperkuat kebijakan sanitasi daerah. Salah satunya dengan menyusun Rencana Induk Sistem Pengelolaan Air Limbah (RISPAL) sebagai pijakan pembangunan sanitasi yang terpadu, modern, dan berkelanjutan.

Plt Kepala Dinas PUPR Banggai, Dewa Supatriagama, menegaskan bahwa keberadaan RISPAL sangat penting untuk memastikan seluruh pembangunan infrastruktur sanitasi berjalan dengan arah, standar, dan tujuan yang jelas.

“RISPAL bukan hanya dokumen perencanaan. Ini adalah fondasi menuju sistem sanitasi yang sehat, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat Banggai,” ujar Dewa mewakili Bupati Banggai pada Seminar Awal RISPAL, Rabu (12/11/2025), di Kantor Bappeda Banggai, Luwuk Selatan.

Menurut Dewa, pengelolaan air limbah rumah tangga memiliki keterkaitan langsung dengan banyak sektor kehidupan — mulai dari kesehatan, kualitas lingkungan, hingga pertumbuhan ekonomi daerah.

“Jika pengelolaan air limbah baik, maka kita menekan risiko penyakit berbasis lingkungan, menjaga ekosistem tetap lestari, dan mendorong meningkatnya kualitas permukiman. Pada akhirnya hal ini mendukung produktivitas ekonomi masyarakat,” jelasnya.

RISPAL juga dipandang sebagai wujud keseriusan Pemkab Banggai dalam mendorong tata kelola kawasan perkotaan dan pedesaan yang layak huni (livable cities and villages).

“Cita-cita kita adalah menghadirkan ruang hidup yang bersih, sehat, dan bermartabat bagi seluruh warga. Sanitasi yang baik adalah syarat utama terwujudnya itu,” tegas Dewa.

Selain menjawab kebutuhan sanitasi saat ini, penyusunan RISPAL diharapkan mampu memproyeksikan kebutuhan jangka panjang Banggai di tengah pertumbuhan penduduk dan industrialisasi.

“Banggai sedang berkembang sangat cepat. Karena itu kita harus memastikan sistem sanitasi dirancang sejak awal agar kuat, adaptif, dan tidak menjadi beban di kemudian hari. RISPAL hadir untuk menjawab tantangan itu,” tambahnya.

Untuk memastikan dokumen RISPAL tersusun komprehensif dan berbasis keilmuan, Pemkab Banggai menggandeng Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai mitra akademik dalam proses penyusunan.

Dewa juga menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi lintas pemangku kepentingan yang terlibat dalam seminar awal penyusunan RISPAL.

“Pemerintah, akademisi, lembaga profesi, pelaku usaha, serta elemen masyarakat kami dorong untuk terus memberikan masukan. Sanitasi adalah urusan bersama, dan keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada sinergi kita semua,” ujarnya.

Pemkab Banggai optimistis dokumen RISPAL dapat menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan layanan sanitasi dan lingkungan hidup, sekaligus memperkuat komitmen daerah terhadap pembangunan berkelanjutan.