04/05/2026
×
×
Today's Local
04/05/2026
Tutup x

Rakor Kepala Daerah se-Sulteng Bahas Strategi Percepatan Program Asta Cita


BANGGAI, Metroluwuk – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid memimpin rapat koordinasi bersama para bupati dan wali kota se-Sulawesi Tengah guna mengevaluasi capaian pelaksanaan program prioritas nasional Asta Cita Presiden RI di wilayah Sulawesi Tengah.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (17/11/2025) di Estrella Hotel and Conference Center, Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai, dan dihadiri unsur Forkopimda, antara lain Kepala Kanwil BPN Sulteng Muhammad Naim, Kapolda Sulteng Irjen Pol. Endi Sutendi, Kajati Sulteng Nuzul Rahmat, Kepala Staf Kodam XXIII/Palaka Wira Brigjen TNI Agus Sasmita, serta Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Palu Wilayah Sulteng–Sulbar Yudhi Riandy.

Rakor ini menjadi forum untuk merumuskan langkah strategis daerah dalam mencapai target 100 persen implementasi Asta Cita pada 2026 di Sulawesi Tengah.

Pemangkasan Anggaran Dianggap Peluang

Dalam arahannya, Gubernur Anwar menekankan bahwa efisiensi anggaran pemerintah pusat pada 2026 bukanlah tanda krisis, melainkan strategi perencanaan yang harus dimanfaatkan pemerintah daerah.

“Efisiensi anggaran yang dilakukan saat ini bukan krisis fiskal, tetapi bagian dari strategi perencanaan,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa transfer ke daerah (TKD) tahun depan diperkirakan turun hingga 40 persen. Namun, di sisi lain, anggaran pada kementerian/lembaga yang mendukung program Asta Cita justru meningkat dua kali lipat.

“Maknanya jelas: daerah harus kreatif dan mampu mengakses anggaran kementerian melalui program Asta Cita,” tegasnya.

Gubernur Anwar menjelaskan bahwa solusi atas penghematan anggaran adalah memperkuat program daerah yang relevan dengan prioritas nasional.

“Sepanjang program Asta Cita kita ajukan, maka dana akan meluncur ke daerah,” kata Gubernur.

Untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), Gubernur menargetkan seluruh sekolah di Sulawesi Tengah harus sudah terlayani pada 2026. Hal yang sama berlaku untuk program Sekolah Rakyat, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Koperasi Merah Putih (KMP), serta program ketahanan pangan.

“Kalau ini berjalan, saya yakin anggaran besar yang masuk ke Sulawesi Tengah akan menggerakkan roda ekonomi daerah,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh program pembangunan harus mengutamakan masyarakat miskin.

“Setiap program harus menyentuh langsung rakyat miskin. Kalau tidak ada manfaatnya, tolak,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Anwar bersama Kepala Kanwil BPN Sulteng menandatangani MoU sinkronisasi data spasial dan tekstual guna mendukung kebijakan Satu Peta: Sulteng Satu Data Pertanahan.

“Dengan sistem ini, kepala daerah dapat mengakses peta objek pajak dan data pertanahan secara digital. Jika ada persoalan tanah, tinggal buka aplikasi,” jelasnya.

Seluruh kepala daerah se-Sulteng kemudian memaparkan progres pelaksanaan Asta Cita di wilayah masing-masing. Hasil rakor ini akan dirangkum dan dilaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari evaluasi nasional.