Sebulan Krisis Air Bersih, Puluhan Warga Kilongan Datangi PDAM Luwuk Utara

Share This Article
BANGGAI, Metroluwuk – Krisis air bersih yang telah berlangsung lebih dari sebulan memicu kemarahan warga Kelurahan Kilongan. Puluhan warga mendatangi Kantor Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Kabupaten Banggai Unit Luwuk Utara, Jumat (6/2/2026), namun kedatangan mereka tidak menghasilkan solusi.
Warga menyampaikan bahwa sejak pengumuman gangguan layanan dikeluarkan pada awal Januari 2026, pasokan air PDAM tidak pernah kembali normal. Bahkan, air yang sempat mengalir justru bercampur pasir dan tidak layak digunakan.
Salah seorang karyawan PDAM yang ditemui warga hanya menyampaikan bahwa gangguan disebabkan menurunnya debit air. Penjelasan tersebut dinilai warga tidak menjawab persoalan utama karena tidak disertai langkah penanganan maupun kepastian kapan distribusi air akan kembali normal.
“Katanya debit air berkurang, lalu airnya berpasir. Setelah itu tidak ada penjelasan lagi,” ungkap salah seorang warga.
Kekecewaan warga semakin memuncak karena saat menyampaikan keluhan secara langsung, pegawai PDAM dinilai hanya diam dan duduk manis di dalam kantor tanpa menindaklanjuti aduan masyarakat.
“Kami datang mengadu, tapi mereka hanya diam dan duduk manis. Tidak ada tindakan apa pun. Sudah sebulan kami dibiarkan tanpa air,” ujar warga lainnya.
Kondisi ini memunculkan sorotan tajam terhadap kinerja Perumdam Kabupaten Banggai Unit Luwuk Utara yang dinilai gagal menjalankan fungsi pelayanan publik. Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang seharusnya menjadi prioritas utama.
Warga mendesak manajemen Perumdam dan Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai segera turun tangan, melakukan evaluasi menyeluruh, serta memberikan solusi konkret dan transparan atas krisis air bersih yang dialami masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Perumdam Kabupaten Banggai Unit Luwuk Utara belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan warga maupun langkah penyelesaian krisis air bersih di Kelurahan Kilongan.

