12/07/2026
×
×
Today's Local
12/07/2026
Tutup x

Semarak Gerak Sehat Prolanis Tingkatkan Kesadaran Hidup Sehat Peserta JKN


BATUI – Ratusan peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) memadati Lapangan Tolando, Kelurahan Sisipan, Kecamatan Batui, Sabtu (11/7), mengikuti kegiatan Semarak Gerak Sehat Prolanis yang digelar BPJS Kesehatan Cabang Luwuk. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun BPJS Kesehatan ke-58 Tahun 2026 sekaligus upaya memperkuat budaya hidup sehat bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Suasana penuh semangat terlihat sejak pagi saat para peserta mengikuti Gerak Sehat Prolanis (GSP) 335, senam sehat, hingga edukasi kesehatan. Kegiatan promotif dan preventif ini bertujuan membantu peserta mengendalikan penyakit kronis melalui aktivitas fisik yang teratur, pemeriksaan kesehatan berkala, serta peningkatan pengetahuan tentang pola hidup sehat.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Luwuk, Mitra Akbar, SE, MM, AAAK, mengatakan Program JKN telah memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan tanpa harus dibayangi kekhawatiran terhadap biaya pengobatan.

“Semoga Program JKN dapat terus berlanjut sehingga masyarakat dapat terus merasakan manfaatnya. Berkat Program JKN, kini masyarakat tidak lagi ragu untuk datang berobat ke puskesmas maupun rumah sakit,” ujar Mitra.

Ia menambahkan, Semarak Gerak Sehat Prolanis menjadi salah satu bentuk komitmen BPJS Kesehatan dalam mendorong peserta Prolanis agar lebih aktif menjaga kesehatannya. Menurutnya, kegiatan rutin seperti senam, pemeriksaan kesehatan, dan edukasi mampu membantu peserta mengendalikan penyakit kronis sehingga kualitas hidup tetap terjaga.

Apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan juga disampaikan Camat Batui, Umar Syamsuddin Abdul, S.Sos. Ia menilai kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan Puskesmas Batui merupakan langkah positif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Semoga ke depan kita dapat terus menjaga kualitas kesehatan masyarakat, khususnya di Kecamatan Batui, melalui kolaborasi antara Puskesmas Batui dan BPJS Kesehatan. Melalui kegiatan Prolanis yang rutin dilaksanakan setiap bulan, masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan kesehatan dan edukasi secara berkala sehingga kondisi kesehatannya lebih terkontrol dan kualitas hidupnya semakin baik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, Nurmasita Datu Adam, S.Kep., Ns, mengungkapkan Kecamatan Batui menjadi salah satu wilayah yang aktif menjalankan Program Prolanis. Saat ini terdapat 11 klub Prolanis dengan lebih dari 400 peserta aktif yang rutin mengikuti berbagai kegiatan pembinaan kesehatan.

Menurut Nurmasita, Prolanis memiliki peran penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus mendukung visi Pemerintah Kabupaten Banggai untuk menekan angka kematian akibat penyakit tidak menular.

“Kita harus terus mendukung Prolanis karena program ini bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Selain itu, Prolanis juga sejalan dengan visi dan misi Bupati Banggai dalam menurunkan angka kematian akibat penyakit tidak menular,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat yang menderita penyakit kronis namun belum menjadi peserta Prolanis agar segera mendaftar melalui puskesmas dengan menunjukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) serta memastikan status kepesertaan JKN aktif.

“Saat ini masyarakat cukup menunjukkan KTP atau NIK saat mengakses layanan di fasilitas kesehatan. Tidak perlu lagi membawa kartu JKN fisik, yang terpenting status kepesertaan JKN dalam kondisi aktif,” jelasnya.

Salah seorang peserta Prolanis, Paiman Tjitrodimedjo, mengaku merasakan manfaat besar sejak mengikuti program tersebut. Pemeriksaan kesehatan secara rutin, pendampingan tenaga kesehatan, serta edukasi yang diberikan membuat kondisi kesehatannya lebih terkontrol.

“Manfaatnya benar-benar saya rasakan. Saya menjadi lebih memahami kondisi kesehatan saya, lebih disiplin menjalani pengobatan, dan kualitas hidup pun menjadi lebih baik,” tuturnya.

Melalui Semarak Gerak Sehat Prolanis, BPJS Kesehatan berharap semakin banyak peserta JKN, khususnya penyandang penyakit kronis, terdorong untuk menerapkan pola hidup sehat. Dengan pengelolaan penyakit yang baik dan dukungan layanan kesehatan yang berkesinambungan, peserta diharapkan dapat menjalani kehidupan yang lebih produktif dan berkualitas.