Sekretariat PWB Jadi Ruang Temu Bupati Amirudin dan Insan Pers Banggai

Share This Article
BANGGAI, Metroluwuk — Jarum jam menunjukkan pukul 15.03 WITA ketika sebuah mobil SUV hitam perlahan berhenti di depan Sekretariat Persatuan Wartawan Banggai (PWB), Jalan Pulau Halmahera, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai, Sabtu (22/8/2026).
Dari dalam kendaraan, Bupati Banggai Amirudin Tamoreka turun setelah menempuh perjalanan dari Kecamatan Toili. Lelah perjalanan seolah terbayar ketika sejumlah wartawan PWB menyambutnya di halaman sekretariat.
Satu per satu personel PWB menyalami dan menyapa Amirudin. Suasana berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan.
Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Amirudin juga memiliki posisi sebagai Pembina PWB. Karena itu, kedatangannya menjadi momentum untuk melihat langsung sekretariat yang dibangun melalui perjuangan dan kemandirian para jurnalis.
Memasuki ruangan, Amirudin tidak langsung duduk. Ia terlebih dahulu melihat sejumlah sudut sekretariat, termasuk bagan struktur organisasi dan baliho besar yang menjadi penanda ruang rapat.
Pada baliho tersebut terpampang foto Amirudin bersama Wakil Bupati Banggai Furqanuddin Masulili.
Amirudin kemudian mengabadikan susunan kepengurusan itu menggunakan telepon genggamnya.
Obrolan bersama para wartawan berlangsung santai. Amirudin menyampaikan apresiasinya terhadap PWB yang kini telah memiliki sekretariat sendiri.
“Saya bangga dan senang melihat PWB Banggai sudah punya sekretariat sendiri. Saya berharap dengan adanya markas ini, aktivitas dan dinamika kegiatan teman-teman wartawan bisa lebih hidup dan semakin banyak,” ujarnya.
Menurut Amirudin, keberadaan pers memiliki posisi penting dalam mengawal pembangunan daerah. Pemerintah, kata dia, membutuhkan kritik sekaligus apresiasi agar penyelenggaraan pemerintahan tetap berjalan secara terbuka dan seimbang.
“Silakan muat berita-berita, baik tentang dinamika pemerintahan maupun di luar pemerintahan. Baik itu tentang prestasi maupun kritikan konstruktif untuk pemerintah. Yang jelas, kita ingin ada keseimbangan. Namun yang paling krusial, semua berita harus akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Biarkan Berjuang dari Bawah
Amirudin juga menyinggung perjalanan PWB hingga memiliki sekretariat. Ia mengaku sengaja membiarkan organisasi tersebut berproses dan berjuang secara mandiri sebelum pemerintah memberikan dukungan lebih jauh.
“Hari ini mungkin saya membiarkan Anda berjalan dan berjuang sendiri mencari sekretariat. Tapi yakin dan percaya, suatu saat nanti saya akan buatkan sekretariat yang representatif,” katanya.
Bagi Amirudin, proses tersebut penting untuk membentuk karakter organisasi yang mandiri dan memiliki daya tahan.
“Kalau tiba-tiba langsung diberi, rasanya kurang elok. Tapi lewat upaya ini, terbukti teman-teman ternyata mampu. Di balik kemampuan lahir itulah, saya hadir untuk membersamai teman-teman,” tambahnya.
Ia memandang wartawan sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun Kabupaten Banggai.
“Teman-teman wartawan ini adalah sahabat yang searah pemikiran dengan saya, searah dalam bagaimana membuat Banggai ini makin maju. Jika saya berikhtiar lewat kebijakan dan realitas aksi, teman-teman wartawan berjuang lewat ujung pena,” ucap Amirudin.
Ia berharap karya jurnalistik tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga mampu memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Melalui tulisan-tulisan yang mencerahkan, pers mampu mengedukasi serta mengubah pola pikir masyarakat agar optimistis menatap masa depan daerah,” tuturnya.
Di penghujung kunjungan, Amirudin kembali menegaskan komitmennya menjaga hubungan yang harmonis antara PWB, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Banggai.
Pertemuan sore itu ditutup dengan foto bersama dan suasana penuh keakraban.
Dari sebuah sekretariat sederhana di Jalan Pulau Halmahera, perjumpaan tersebut memperlihatkan satu pesan: pembangunan daerah membutuhkan dua kekuatan yang berjalan beriringan—kebijakan yang bekerja dan pers yang tetap kritis melalui ujung pena.

