Antrean BBM Mengular di Makassar, Pemprov Sulsel dan Pertamina Turunkan Tim Gabungan

Share This Article
MAKASSAR — Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah SPBU di Kota Makassar. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menerjunkan tim gabungan untuk mengurai antrean sekaligus memastikan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) berjalan tertib.
Tim gabungan tersebut melibatkan Satpol PP, Dinas Perhubungan, TNI, dan Polri. Personel disiagakan untuk mengatur arus kendaraan di sekitar SPBU serta mengawasi proses penyaluran BBM kepada masyarakat.
Peninjauan langsung dilakukan Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Selatan, Kasman, bersama jajaran manajemen Pertamina pada Kamis (10/9/2026).
Sejumlah SPBU yang menjadi titik peninjauan antara lain SPBU Ratulangi, Cendrawasih, KS Tubun, dan Hasanuddin.
Langkah tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi pelayanan di lapangan sekaligus memastikan seluruh fasilitas SPBU dapat dimanfaatkan secara maksimal guna mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
Kepala Dinas ESDM Sulsel, Kasman, mengatakan Pemprov Sulsel sebelumnya telah menerbitkan surat edaran kepada para kepala daerah sejak 7 September 2026 untuk membentuk satuan tugas pengawasan BBM.
Menurut Kasman, hasil pemantauan bersama Gubernur Sulsel menunjukkan perlunya optimalisasi pelayanan di sejumlah SPBU, terutama dengan memaksimalkan seluruh pulau pompa dan menambah jumlah operator.
“Kami melihat langsung kondisi di lapangan dan ada beberapa hal yang perlu dimaksimalkan, termasuk operator dan pulau pompa agar pelayanan bisa lebih cepat,” ujar Kasman.
Ia juga meminta masyarakat tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic shopping. Pemerintah memastikan pasokan BBM dan LPG untuk wilayah Sulawesi Selatan dalam kondisi mencukupi.
“Masyarakat kami imbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian panik. Pertamina memastikan stok BBM dan LPG tetap terjaga. Dengan dukungan personel di lapangan serta penguatan pelayanan SPBU, kami berharap antrean dapat segera terurai,” katanya.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan Pertamina terus menyesuaikan pola pelayanan dengan kondisi masing-masing SPBU.
“Kami terus melihat kondisi setiap SPBU secara langsung dan menyesuaikan langkah pelayanan berdasarkan situasi di lapangan. Penguatan personel dan optimalisasi fasilitas SPBU kami lakukan agar masyarakat dapat terlayani dengan lebih baik,” kata Lilik.
Pertamina juga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan harian dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
Masyarakat yang menemukan indikasi pelanggaran maupun kendala pelayanan di SPBU dapat menyampaikan laporan melalui layanan Pertamina Customer Solution 135.

