21/04/2026
×
×
Today's Local
21/04/2026
Tutup x

JOB Tomori dan Pemda Banggai Perkuat Kolaborasi Turunkan Stunting Lewat Evaluasi Program Kesehatan Terpadu


BANGGAI, Metroluwuk – Melalui kerja sama lintas sektor dengan Pemda Banggai dan FKM UNHAS, JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) menggelar evaluasi program pencegahan stunting di Batui Selatan dan Moilong. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen bersama dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat di daerah operasional perusahaan migas tersebut.

JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori), perusahaan hulu migas yang beroperasi di bawah pengawasan SKK Migas Kalimantan Sulawesi (KalSul), kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya di sektor kesehatan masyarakat. Bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banggai dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM UNHAS), JOB Tomori menggelar Workshop Midterm Evaluasi Program Pencegahan Anak Stunting di wilayah operasional Kecamatan Batui Selatan dan Moilong, Kamis (10/07/2025).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Banggai, Ir. H. Amirudin Tamoreka, yang menyampaikan apresiasi atas kontribusi berkelanjutan JOB Tomori sejak tahun 2022 dalam mendukung program nasional penanganan stunting. “JOB Tomori adalah salah satu perusahaan terbaik yang tidak hanya beroperasi untuk kepentingannya sendiri, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan masyarakat sekitarnya. Kolaborasi ini semoga terus berlanjut, dan membawa kita lebih dekat ke cita-cita Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Sejumlah tokoh hadir dan memberikan pandangan komprehensif mengenai pentingnya sinergi lintas sektor dalam menurunkan angka stunting. Prof. Sukri Pallutturi, SKM, M.Kes., M.Sc.PH, Ph.D, Dekan FKM UNHAS, menekankan bahwa wilayah operasional JOB Tomori telah menjadi contoh nyata kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan sektor swasta dalam mengatasi permasalahan stunting. Hal senada disampaikan oleh Business Support Senior Manager JOB Tomori, Agus Sudaryanto, yang menyebut bahwa peran perusahaan tidak hanya terbatas pada produksi migas, tetapi juga menciptakan nilai sosial untuk masyarakat sekitar.

BACA  Mak-mak Warga Tontoan Ditangkap Polisi Terkait Kepemilikan Sabu-sabu

“Pencegahan stunting adalah bagian dari tanggung jawab sosial kami. Kami percaya masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas generasi penerusnya,” ujar Agus.

Ketua Tim Program Pencegahan Stunting JOB Tomori, Prof. dr. Veni Hadju, MSc., PhD, dalam paparannya menyampaikan bahwa berbagai intervensi strategis telah dilakukan, seperti pemberian Multi Micronutrient Supplement (MMS) dan Moringa Royal Jelly untuk remaja putri anemia, edukasi gizi seimbang bagi remaja, pemberian telur dan ekstrak kelor untuk balita gizi kurang dan ibu hamil, demo masak MP-ASI, pelatihan kader posyandu, hingga penguatan tim desa penanganan stunting. Menurutnya, stunting bukan hanya bisa disembuhkan, tetapi yang lebih penting adalah bisa dicegah, terutama pada fase 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, dr. Susilawati Muid, juga menyampaikan data penurunan stunting yang menggembirakan. Berdasarkan data Riskesdas, SSGI, dan SKI, angka stunting di Banggai berhasil ditekan dari 35,3% pada tahun 2013 menjadi 28,6% di tahun 2024. Capaian ini menurutnya tak lepas dari kerja bersama yang terbangun secara berkesinambungan.

Workshop ini juga dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan lainnya seperti Ketua Komisi I DPRD Banggai, Lisa Sundari, SE., MM.SIP; Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, Nurmasita Datu Adam, S.Kep., Ns; Dekan FKM Universitas Tompotika, Dr. Ramli Bidullah, SKM., M.Kes; Sekretaris Aisyiyah Muhammadiyah, Dr. Nurhidayah Layoo, SP., MM; serta perwakilan Puskesmas dari Kecamatan Batui Selatan dan Moilong.

Kegiatan ini menjadi penegasan bahwa penanganan stunting adalah kerja kolektif yang membutuhkan komitmen, kolaborasi, dan konsistensi dari semua pihak. JOB Tomori, melalui sinergi yang terjalin bersama Pemda Banggai dan kalangan akademisi, terus menunjukkan perannya dalam mendukung agenda pembangunan nasional untuk mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan unggul menuju Indonesia Emas 2045.

BACA  Bawaslu Banggai: Dugaan Pelanggaran Kampanye di Mesjid Nurul Iman Mendono Tidak Terbukti